Cara Mendeteksi Font Melalui Gambar Secara Online

Sengaja aku posting cara mendeteksi font melalui gambar secara online ini karena ada sebagian teman yang masih pakai CorelDRAW 12 karena katanya tidak ada fitur "WhatTheFont?!...".

Sebenarnya caranya hampir sama cuma disini kita langsung upload gambar jenis font melalui websitenya langsung.

Adapun caranya sebagai berikut;
1. Misal kita akan mencari font jenis yang seperti gambar bitmap dibawah ini, Convert to Bitmap... dulu gambarnya menjadi Gryscale;


2. Untuk mengatur kepekatan warna Menu Bar > Effect > Adjust > Brighness/Contrast/Intensity, dan atur seperti gambar dibawah ini;


3. Sehingga hasil gambar akan hitam celeng seperti ini;


4. Cropping Gambar dengan menu Crop tool di Toolbox, seleksi hanya tulisan MIE saja, dan selanjutnya Export dengan format JPG atau PNG;


5. Selanjutnya buka Websitenya disini  http://new.myfonts.com/WhatTheFont/
6. Kemudian file gambar yang sudah kita export tadi sampeyan upload dengan klik pada tombol Pilih File;


7. Cari  file yang telah kita Export dengan Format JPG tadi pada folder di competer sampeyan, setelah ketemu klik Open;



8. Selanjutnya klik Continue;



9. Maka muncul gambat kita tadi yaitu gambar tulisan "MIE" dan  klik Continue;



10. Maka Nama jenis font sudah terdeteksi dengan nama "Bada Boom Pro BB Italic"


11. Coba sampeyan klik pada link nama jenis font tersebut, maka sampeyan di arahkan pada file download, seperti dibawah ini, seandainya font tersebut berbayar, sampeyan cari di sumber lain, kalau mau gratis ya agak usaha sedikit.... hehehe...

Demikian trik sederhana Cara Mendeteksi Font Melalui Gambar Secara Online, semoga bermanfaat.
Kalau langsung cari dengan CorelDRAW sampilan bisa lihat disini!


Situs lain pendeteksi font mungkin bermanfaat

Whatfontis


Identifont

Flickr _ typeid


Bowfinprintworks


readmore »»  

Secuil Obrolan Pagi Tentang Trik Marketing Efektif


Dibawah ini adalah secuil obrolan tadi pagi di KPCI yang menurutku perlu di arsipkan di blog ini mungkin bermanfaat bagi MasBro sekalian dan tukang desain khususnya;

Muhamad Taufiq
kang Uding Syaripudin dan Rastomo Suwardi di tunggu jg share ilmunya, ...xixixixii,,, about offset kang Uding Syaripudin,, utk manajemen offset, bisnis promotion n marketing...
Uding Syaripudin
manajement offset, mksudnya menajement wirausaha ya heheh, klo marketingnya pke teori partnership, gunakan tman smp, sma kuliahan lalu suruh cari order n kasih presentasi ssuai nego, bisa juga kekerabatan familiy, kalo mo hajatan bisa psn undangan dll heheh.
Uding Syaripudin
marekting efektif adalah kualitas produksi kita. dan direkomendasi oleh pelanggan kita ke calon konsumen baru alias voice to voice bukan dor to dor (tar mati ketembak heheh)
Zainoel Arifin Isa'i
kualitas yang baik juga harus didukung tepat waktu, tidak semoyo joyo... dan ingat itu juga direkomendasikan oleh pelanggan misal gini "ojok pesen di mbah djojo, garapane apik tapi molore koyok permen karet... semoyo joyoooooo... hehehe"
Muhamad Taufiq
hahahaha...dor to dor jg bagus bro skrg era kompetitif iixixixii,,, deadline tepat& kualitas ,serta full senyum alias keramah tamahan sam konsumen xixixixi,,,jd kl ndilalah ada kendala tak terduga diluar kehendak kita setidaknya konsumen itu komplainyabisa minim
Uding Syaripudin
prinsip di percetakan adalah ORDER merupakan NYAWA bagi kita. g perlu bnyak memiliki peralatan mahal dan berat, wong itu dah ada tinggal memanfaatkannya saja (milik percetakan besar dan lengkap) semua ada orng dan bidangnya, dari setting s/d finishing smua biksa pke kuli. sing penting order ne lancar dan banyak gak putus-putus kayak tai kambing heheh
Muhamad Taufiq
tp ngomong2 tai kambing itu bermanfaat lho bang bisa jadi pupuk dan nilai jual hahahaha....sippp order yg utaama memang ....kita bikin usaha tp gak ada yg ngorder...ya kcua balua
Uding Syaripudin
order merupakan kepercayaan konsumen yang harus dihargai melebihi uang dan sarana yang tepat untuk promosi selanjutnya. jadi order juga merupakan suatu kehormatan bagi kita karena konsumen menitipkan kepercayaannya di sana...
readmore »»  

Menu Invert - Flip Pada Warna

Sampeyan pasti tau menu Mirror di CorelDRAW atau pada aplikasi desain pada umumnya nama fiturnya Flip yang fungsinya untuk membalikkan objek yang kita ibaratkan melihat dari kaca cermin.

Fitur seperti ini juga ada dalam warna, misal Hitan jadi Putih, Merah jadi  Cyan, Magenta jadi Hijau dan sebagainya, nama fiturnya adalah Invert yang letaknya pada Menu Bar > Effects > Transform > Invert,  cara menggunakan fitur ini cukup sederhana.

Misal gambar seperti dibawah ini, kita seleksi dengan mengklik gambar kemudian kita tuju menu Infert dan klik... gitu aja sudah berubah warna kebalikan pada gambar;


Seperti gambar dibawah ini hasilnya, hehehe gitu ajah;


Biasanya fitur ini juga sering dibuat sebagai fitur bantu untuk membuat film negatif untuk keperluan sablon atau stempel, sebagai contoh perhatikan gambar dibawah ini..


Demikian, semoga bermanfaat...
readmore »»  

Membuat Logo Koperasi Indonesia Yang Baru Dengan CorelDRAW

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah meluncurkan lambang baru Koperasi Indonesia, seperti disamping ini gambar lambang atau logonya.

Kata Pak Mentri yaitu Kang Syarief, "Lambang Koperasi Indonesia yang baru itu berbentuk gambar bunga memberi kesan perkembangan dan kemajuan koperasi di Indonesia. Gambar bunga itu mengandung makna Koperasi Indonesia selalu berkembang, cemerlang, berwawasan, variatif, inovatif sekaligus produktif dalam kegiatannya, serta berwawasan dan berorientasi pada keunggulan dan teknologi."

Tapi Sampeyan juga harus waspada Kang Syarief, yang ngentit uangnya koperasi juga berkembang.. hehehe...

Ok.. gak perlu dibahas tentang itu, mari kita bahas urusan bagaimana cara menggambarnya.
1.  Bikin kotak ukuran 3x3


2. Dengan pake Shape tool (F10), edit kotak, dengan cara klik pada salah satu node;


3. Shift+klik pada node lain yang bawah;


4. Drag ke samping, sampai salah satu sisinya membentuk setengah lingkaran;


5. Copy, Paste, flip (Mirror Horizontally) dan tempatkan seperti gambar dibawah;


6. Copy, Paste, Rotate 90 drajat dan hasilnya seperti gambar dibawah;


7. Rotate 45 drajat;


8. Ganti Outline pada Outline Pen (F12) menjadi 2 mm.



9. Hasilnya terlihat seperti ini;

10. Selanjutnya tekan tombol Combine (Ctrl+L), untuk menggabung objek jadi satu;


11. Selanjutnya pada Arrange > tekan atau pilih Convert Outline To Object (Ctrl+Shift+Q);


12. Selanjutnya tekan atau pilih Break Apart (Ctrl+K);



13. Hasilnya akan seperti ini, dan Delete objek terluar;



14. Nah... seperti inilah hasilnya;


15. Beri warna dan beri tulisan (pake font Futura);



16. Dan hasil akhir seperti dibawah ini, selesai... tak sawang-sawang logo baru ini seperti motif tegel keramik ya.... enak ya semakin sederhana/minimalis saja desain logo jaman sekarang, tukangnya enteng...


Penulis : Andri Dnd & Zainoel Arifin Isyai
readmore »»  

Ukuran Kertas



SERI A
  • A0 = 84,1 x 118,9 cm
  • A1 = 59,4 x 84,1cm
  • A2 = 42,0 x 59,4cm
  • A3 = 29,7 x 42,0cm
  • A3+ = 31,8 x 48,0cm
  • A4 = 21,0 x 29,7cm
  • A5 = 14,8 x 21,0cm
  • A6 = 10,5 x 14,8cm
  • A7 = 7,4 x 10,5cm
  • A8 = 5,2 x 7,4cm
  • A9 = 3,7 x 5,2cm
  • A10 = 2,6 x 3,7cm
Ukuran kertas pada Seri A biasa digunakan untuk percetakan umum dan perkantoran serta penerbitan. Dasar ukuran adalah A0 yang luasnya setara dengan satu meter persegi.

SERI R
  • 2R = 6,0 x 9,0cm
  • 3R = 8,9 x 12,7cm
  • 4R = 10,2 x 15,2cm
  • 5R = 12,7 x 17,8cm
  • 6R = 15,2 x 20,3cm
  • 8R = 20,3 x 25,4cm
  • 8R+ = 20,3 x 30,5cm
  • 10R = 25,4 x 30,5cm
  • 10R+ = 25,4 x 38,1cm
  • 11R = 27,9 x 35,6cm
  • 11R+ = 27,9 x 43,2cm
  • 12R = 30,5 x 38,1cm
  • 12R+ = 30,5 x 46,5cm
Ukuran ini biasa digunakan untuk kertas Foto atau kertas untuk mencetak foto. 

SERI F
  • F4 /Folio = 21,0 x 33,0cm
Biasa digunakan untuk fotocopy dan perkantoran. Yang paling sering digunakan adalah F4 atau orang lebih suka menyebutnya Folio.
readmore »»  

Desain Komunikasi Visual [DKV]

Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam disain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. disain grafis diterapkan dalam disain komunikasi dan fine art. Seperti jenis disain lainnya, disain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (disain).

Seni disain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan visual, termasuk di dalamnya tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar, dan tata letak.
Batasan Media

Desain grafis pada awalnya diterapkan untuk media-media statis, seperti buku, majalah, dan brosur. Sebagai tambahan, sejalan dengan perkembangan zaman, desain grafis juga diterapkan dalam media elektronik, yang sering kali disebut sebagai desain interaktif atau desain multimedia.

Batas dimensi pun telah berubah seiring perkembangan pemikiran tentang desain. Desain grafis bisa diterapkan menjadi sebuah desain lingkungan yang mencakup pengolahan ruang.

Prinsip dan Unsur Desain

Unsur dalam desain grafis sama seperti unsur dasar dalam disiplin desain lainnya. Unsur-unsur tersebut (termasuk shape, bentuk (form), tekstur, garis, ruang, dan warna) membentuk prinsip-prinsip dasar desain visual. Prinsip-prinsip tersebut, seperti keseimbangan (balance), ritme (rhythm), tekanan (emphasis), proporsi ("proportion") dan kesatuan (unity), kemudian membentuk aspek struktural komposisi yang lebih luas.
Peralatan desain grafis

Peralatan yang digunakan oleh desainer grafis adalah ide, akal, mata, tangan, alat gambar tangan, dan komputer. Sebuah konsep atau ide biasanya tidak dianggap sebagai sebuah desain sebelum direalisasikan atau dinyatakan dalam bentuk visual.

Pada pertengahan 1980, kedatangan dekstop publishing serta pengenalan sejumlah aplikasi perangkat lunak grafis memperkenalkan satu generasi desainer pada manipulasi image dengan komputer dan penciptaan image 3D yang sebelumnya adalah merupakan kerja yang susah payah. Desain grafis dengan komputer memungkinkan perancang untuk melihat hasil dari tata letak atau perubahan tipografi dengan seketika tanpa menggunakan tinta atau pena, atau untuk mensimulasikan efek dari media tradisional tanpa perlu menuntut banyak ruang.

Seorang perancang grafis menggunakan sketsa untuk mengeksplorasi ide-ide yang kompleks secara cepat, dan selanjutnya ia memiliki kebebasan untuk memilih alat untuk menyelesaikannya, dengan tangan atau komputer.

Daftar Software Desain Grafis
  1. Desktop publishing
  2. Adobe Photoshop
  3. Adobe Illustrator
  4. Adobe Indesign
  5. Page Maker
  6. Coreldraw
  7. GIMP
  8. Inkscape
  9. Adobe Freehand
  10. Adobe image ready
  11. CorelDraw
Webdesign
  1. Dreamweaver
  2. Microsoft Frontpage
  3. Notepad
  4. Adobe Photoshop
Audiovisual
  1. Adobe After Effect
  2. Adobe Premier
  3. Final Cut
  4. Adobe Flash, atau sebelumnya Macromedia Flash
  5. Ulead Video Studio
  6. Magic Movie Edit Pro
  7. Power Director
Rendering 3 Dimensi
  1. 3D StudioMax
  2. Maya
  3. AutoCad
  4. Google SketchUp
  5. Blender
Desain Komunikasi Visual (Visual Communication Design)

Desain komunikasi Visual atau lebih dikenal di kalangan civitas akademik di Indonesia dengan singkatan DESKOMVIS pada dasarnya merupakan istilah penggambaran untuk proses pengolahan media dalam berkomunikasi mengenai pengungkapan ide atau penyampaian informasi yang bisa terbaca atau terlihat. Desain Komunikasi Visual erat kaitannya dengan penggunaan tanda-tanda (signs), gambar (drawing), lambang dan simbol, ilmu dalam penulisan huruf (tipografi), ilustrasi dan warna yang kesemuanya berkaitan dengan indera penglihatan.

Proses komunikasi disini melalui eksplorasi ide-ide dengan penambahan gambar baik itu berupa foto, diagram dan lain-lain serta warna selain penggunaan teks sehingga akan menghasilkan efek terhadap pihak yang melihat. Efek yang dihasilkan tergantung dari tujuan yang ingin disampaikan oleh penyampai pesan dan juga kemampuan dari penerima pesan untuk menguraikannya. (wikipedia)

Seni berkomunikasi (Arts of Commmunication) dengan menggunakan bahasa rupa (Visual Text) untuk menyampaikan suatu pesan dan disampaikan melalui media (desain) yang bertujuan menginformasikan, mempersuasi, mempengaruhi, hingga merubah perilaku sasaran sesuai dengan yang diinginkan.

Bahasa Rupa tersebut dominan berwujud image grafis, tanda / simbol atau unsur grafis lainya yang tersusun berdasarkan kaidah / prinsip berbahasa yang khas / tersendiri. Isi pesan diungkapkan secara kreatif dan komunikatif serta mengandung solusi (alternatif) untuk permasalahan yang hendak disampaikan (sosial maupun komersial).

terjadinya pergeseran pengertian dan pemaknaan Desain Grafis menjadi Desain Komunikasi Visual, karena berkembangnya keilmuan itu sendiri :

“Graphic Design on Surface” (Printed/Production Matter)
mengandung unsur-unsur dan karakter 2 Dimensi (utamanya) dan 3 Dimensi sebagai hasil produksi grafika (cetak)
(Multimedia Production/New Media); mengandung unsur-unsur dan karakter 2 Dimensi, 3 Dimensi, Still & Motion Graphic serta mengandung unsur waktu (Timed Base Media) dan suara (Audio, Narrative & Back Sound ).“

Desain Komunikasi Visual adalah ilmu yang mempelajari konsep komunikasi dan ungkapan kreatif, teknik dan media untuk menyampaikan pesan dan gagasan secara visual, termasuk audio dengan mengolah elemen desain grafis berupa bentuk gambar, huruf dan warna, serta tata letaknya, sehingga pesan dan gagasan dapat diterima oleh sasarannya.

Prinsip
Pesan visual harus kreatif (asli, inovatif dan lancar), komunikatif, efisien dan efektif, sekaligus indah/estetis.

Instilah
  1. Seni Grafis / Graphic Arts, termasuk ke dalam kelompok bidang ilmu Seni Murni.
  2. Grafis / Graphic, adalah hal yang berkaitan dengan tulisan atau gambar yang mengandung makna untuk menyampaikan suatu pesan atau informasi.
  3. Desain Grafis / Graphic Design, istilah yang dipakai sebelum menggunakan istilah Desain Komunikasi Visual, berasal dari kata bahasa Yunani “Graphos” yang berarti “tulisan/gambar”. Untuk mengantisipasi perkembangan dunia komunikasi visual serta perannya yang semakin luas, maka digunakan istilah: Desain Komunikasi Visual.
Perlunya Pendidikan Desain Komunikasi Visual
  1. Mengenal konsep Desain Komunikasi Visual sebagai Dasar Perancangan/Desain dan Strategi Komunikasi.
  2. Mengenal Desain Grafis (Desain Komunikasi Visual) dan Bahasa Rupa sebagai Pengolah Visual Data Informasi.
  3. Mengenal secara teknis prinsip, proses teknologi informatika dan sistem informasi manajemen.
  4. Memahami elemen desain grafis sebagai alat penyampai pesan yang efektif, efisien, komunikatif dan estetis kreatif dalam konteks konsep-policy/planning/ strategy dan implementasi serta evaluasi.
  5. Memahami strategi komunikasi, psikologi dan sosial/ antropologi budaya.
  6. Memahami beberapa media baru, terutama dunia media/ruang cyber serta tekniknya, yaitu: Animasi-Audio Visual (Mix Media). Interaktif media dan web/website yang biasa dipergunakan untuk melengkapi E-media dan Mixmedia/Multimedia.
  7. Menguasai konsep perancangan/desain komunikasi visual dan pemasaran global secara universal.Menguasai proses dan tehnik perancangan /desain yang dapat mengantisipasi perkembangan dunia kewirausahaan/enterprenuership.
Desain komunikasi visual adalah ilmu yang mengembangkan bentuk bahasa komunikasi visual berupa pengolahan pesan pesan untuk tujuan sosial atau komersial, dari individu atau kelompok yang ditujukan kepada individu atau kelompok lainnya. Pesan dapat berupa informasi produk, jasa atau gagasan yang disampaikan kepada target audience, dalam upaya peningkatan usaha penjualan, peningkatan citra dan publikasi program pemerintah. Pada prinsipnya dkv adalah perancangan untruk menyampaikan pola pikir dari penyampaian pesan kepada penerima pesan, berupa bentuk visual yg komunikatif, efektif, efisien dan tepat. terpola dan terpadu serta estetis, melalui media tertentu sehingga dapat mengubah sikap positif sasaran. elemen desain komunikasi visual adalah gambar/ foto, huruf, warna dan tata letak dalam berbagai media. baik media cetak, massa, elektronika maupun audio visual. akar bidang dkv adalah komunikasi budaya, komunikasi sosial dan komunikasi ekonomi. Tidak seperti seniman yang mementingkan ekspresi perasaan dalam dirinya, seorang desainer komunikasi visual adalah penterjemah dalam komunikasi gagasan. Karena itulah dkv mengajarkan berbagai bahasa visual yang dapat digunakan untuk menterjemahkan pikiran dalam bentuk visual.

sumber; dari berbagai sumber 
readmore »»  

Membuat Kotak Ular Tangga Secara Otomatis di CorelDRAW

Nggak nemu judul yang pas buat tutorial ini, yang penting sudah sesuai dengan pertanyaan dari salah satu sahabat di Komunitas CorelDRAW, seperti ini pertanyaannya;
kakak master yang berkilau... pengen nanya nih mau buat ular tangga itu kan kotak"annya banyak ampek ratusan.. bikin kotakan itu yang ngak manual ada ngak kak..... ?? masukannya sangat membantu kak...
Sebagai contoh aku ambil sumber gambar dari internet seperti ini;


Pada pertanyaan di atas yang dimaksud membuat kotak (*kolom) secara otomatis, ya memang secara otomatis, tidak membuat satu persatu, pada CorelDRAW sudah disediakan fitur untuk itu, namanya Graph Paper;
Langkah buatnya simak tutorial dibawah ini;
1. Klik Graph Paper tool > kemudian pada Property Bar atur jumlah kotak (*kolom) yang akan dibuat;


2. Misal kita membuat kotak/kolom seperti contoh gambar diatas, isi pada Colimns and rows 6 dan 5;


3. Selanjutnya arahkan mouse di area kerja CorelDRAW, dan  drag secara diagonal ke bawah, maka hasilnya seperti gambar dibawah ini;


4.  Selanjutnya untuk memberi warna kita harus tekan Ungroup di Property Bar;


5. Kemudian seleksi beberapa kotak sesuai dengan jenis warna, misal kotak yang akan kita beri warna merah, caranya klik salah satu kotak dan selanjutnya tekan tombol shift untuk menyeleksi kotak yang lain dan tekan warna merah pada Color Palette, sehingga hasilnya akan seperti dibawah ini;


6. Lakukan seleksi pada kotak-kotak yang lain sesuai dengan jenis warna,  dan klik pada Color Palette seperti pada langkah nomor 5, dan selanjutnya terserah sampeyan mau diberi gambar ular atau tangga, atau gambar apapun...


Demikian, monggo dicoba... semoga trik singkat ini bermanfaat bagi Masbro sekalian.
readmore »»